Akar-Akar Jariyah
Everlasting Roots
Ananta Wijayarana & Van Luber Parensen
2025, Indonesia
11 min, Stereo, HD, Color, Indonesian, English subtitles

Sinopsis / Synopsis
Film ini mengangkat perspektif terkait religiusitas dalam merespons isu besar seperti krisis iklim dan banjir, melalui keberadaan pepohonan. Dalam penelitian berbasis upaya mendengar ini, film berpihak pada narasi lokal yang jujur dan mengakar, memberi ruang bagi spiritualitas dan kearifan lokal sebagai bagian dari pengetahuan lingkungan.
This film explores perspectives on religiosity in responding to major issues such as climate crisis and flooding, through the existence of trees. In this research grounded in the act of listening, the film aligns with honest, rooted local narratives, offering space for spirituality and indigenous wisdom as integral to environmental.
Director’s Biography / Biografi Sutradara
Ananta Wijayarana (1997) adalah seorang sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Brawijaya. Tulisannya diterbitkan dalam buku S…Untuk Sinema, sebuah kompilasi esai tentang sejarah film dunia. Saat ini ia merupakan bagian dari inisiatif seni berbasis bunyi, SIGISORA, di mana ia menciptakan jurnal bunyi, merekam bunyi lingkungan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial lingkungan tersebut.
Van Luber Parensen (lahir di Sumatera Barat, 1987) adalah seorang seniman dan pembuat film yang berbasis di Jakarta. Karya-karyanya, yang meliputi film, seni suara, dan seni visual, telah dipresentasikan di berbagai festival internasional. Pada tahun 2024, ia mengikuti program residensi seniman di Festival Bangsal Menggawe, Lombok, bekerja sama dengan Sigisora.
Ananta Wijayarana (1997) graduated in Communication Studies from Universitas Brawijaya. His writings are published in the book S…Untuk Sinema, a compilation of essays on world cinema history. He is currently part of the audio-based art initiative, SIGISORA, through which he creates sound journals, recording environmental sounds to identify social characteristics.
Van Luber Parensen (born West Sumatra, 1987) is a Jakarta-based artist and filmmaker. His works, spanning film, sound art, and visual art, have been presented at various international festivals. In 2024, he undertook an artist residency at Festival Bangsal Menggawe, Lombok, in collaboration with Sigisora.


