Tete, Nene, Permisi…
Temple of Ancestors
Mahardika Yudha & Yonri Revolt
2025, Indonesia
136 min, Stereo, HD, Color, Indonesian, English subtitles

Sinopsis / Synopsis
Film ini menelusuri sejarah dan praktik Museum Loka Budaya Universitas Cendrawasih di Papua—sebuah institusi yang berkaitan dengan warisan Arnold Ap dan kelompok budaya Mambesak—melalui ruang, komunitas, dan teknologi media. Keterkaitan antara pengetahuan dari benda-benda sakral kebudayaan Papua dan praktik kesekarangan menjadi titik masuk untuk melihat hubungan lintas generasi. Menggabungkan performativitas dan intervensi media, film ini mempertanyakan logika kolonial yang melekat pada institusi museum.
This film traces the history and practice of the Loka Budaya Museum at Cenderawasih University in Papua—an institution linked to the legacy of Arnold Ap and the cultural group Mambesak—through spaces, communities, and media technologies. The relationship between knowledge embedded in Papua’s sacred cultural objects and contemporary practices becomes an entry point to explore intergenerational connections. Combining performativity and media interventions, the film interrogates the colonial logic embedded in the museum as an institution.
Director’s Biography / Biografi Sutradara
Mahardika Yudha tinggal dan bekerja di Cisauk, Tangerang. Aktivitasnya berpusat pada pengorganisasian, baik sebagai mediator, fasilitator, maupun kurator. Ia gemar menggali, mengumpulkan, dan mengolah materi arsip untuk proyek kuratorial, seperti pameran dan/atau program pemutaran film; proyek media berbasis waktu, seperti video, instalasi, dan film dokumenter.
Yonri Revolt (lahir 1992) adalah seorang pembuat film, jurnalis, dan aktivis Papua, serta pendiri kolektif Yoikatra di Timika. Film-filmnya Mayday! May Day! Mayday! (2022) dan The Silent Path (2024) diputar di IFFR, menerima penghargaan di ARKIPEL 2022 dan Festival Film Dokumenter 2024, dan terpilih untuk Yamagata 2025.
Yoikatra adalah komunitas media dan arsip yang berbasis di Timika, Papua; berdiri sejak 2014. Berakar dari jurnalisme, aktivisme, dan seni, mereka memproduksi dokumenter, riset, dan arsip tentang budaya lokal, buruh, dan hak asasi manusia, sekaligus mendistribusikan pengetahuan media melalui program Halaman Papua dan pameran arsip.
Mahardika Yudha lives and works in Cisauk, Tangerang. His activities revolve around organisation, be it in mediating, facilitating, and as a curator. He enjoys delving into, compiling and processing archival materials for curatorial projects, such as exhibition and/or film screening programs; time-based media projects, like video, installation, and documentary film.
Yonri Revolt (b. 1992) is a Papuan filmmaker, journalist, and activist, and the founder of the Yoikatra collective in Timika. His films Mayday! May Day! Mayday! (2022) and The Silent Path (2024) screened at IFFR, received awards at ARKIPEL 2022 and the Documentary Film Festival 2024, and was selected for Yamagata 2025.
Yoikatra is a media and archival collective based in Timika, Papua, founded in 2014. Rooted in journalism, activism, and art, the group produces documentaries, research, and archives on local culture, labor, and human rights, while disseminating media knowledge through the Halaman Papua program and curated archival exhibitions.


