TJI
Law Yuk-Mui
2022, Hong Kong
9 minutes, stereo, HD, color, BW

Sinopsis / Synopsis
Royal Interocean Lines, sebuah perusahaan pelayaran Belanda yang berbasis di Hong Kong, mengoperasikan kapal-kapal yang menggunakan awalan “TJI” selama eksodus warga Tionghoa Indonesia ke Tiongkok melalui Hong Kong pada tahun 1960-an. Karya Law menggabungkan cuplikan arsip, film mata-mata komunis, dan video pribadi Michael Rogge dengan ingatan diaspora yang terfragmentasi, menelusuri kembali rute laut dari Tanjung Priok ke Tsim Sha Tsui. Monolog yang dibawakan oleh Jonathan Jonathan—seorang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa yang dinaturalisasi tanpa nama keluarga Tionghoa—merefleksikan tentang perpindahan dan identitas.
Royal Interocean Lines, a Dutch shipping company based in Hong Kong, operated vessels bearing the “TJI” prefix during the 1960s exodus of Chinese Indonesians to China via Hong Kong. Law’s work combines archival footage, communist spy films, and Michael Rogge’s personal videos with fragmented diasporic memories, retracing the sea route from Tanjung Priok to Tsim Sha Tsui. The monologue, performed by Jonathan Jonathan—a naturalized Indonesian of Chinese descent without a Chinese surname—reflects on displacement and identity.
Director’s Biography / Biografi Sutradara
Law Yuk-mui adalah seniman dan pendidik multidisiplin yang berbasis di antara Jepang dan Hong Kong. Melalui “sinema yang diperluas,” studi lapangan, dan pengumpulan, ia menelusuri jejak fisik dan psikologis sejarah pada ruang kota. Suara menjadi landasan praktiknya, mengeksplorasi retorika politiknya, memori tubuh, dan dialognya dengan teks dan gambar. Law masuk nominasi untuk Foundwork Artist Prize (2021) dan menerima Hong Kong Arts Development Young Artist Award serta ifva Excellence Award (Media Art, 2018).
Law Yuk-mui is a multidisciplinary artist and educator based between Japan and Hong Kong. Working through “expanded cinema,” field study, and collecting, she traces history’s physical and psychological imprints on urban space. Sound anchors her practice, exploring its political rhetoric, bodily memory, and dialogue with text and image. Law was shortlisted for the Foundwork Artist Prize (2021) and received the Hong Kong Arts Development Young Artist Award and the ifva Excellence Award (Media Art, 2018).


