Tiger’s Head, Tail’s Nail: Yours Faithfully
Serene Hui
2025, Hongkong
28 mins, Stereo, HD, Color, Teo-chew, Cantonese

Sinopsis / Synopsis
Tiger’s Head, Nail’s Tail: Yours Faithfully adalah sebuah film esai yang berfungsi sebagai tulang punggung konseptual dan psikologis dari penelitian berseri Tiger’s Head, Nail’s Tail. Proyek ini merupakan penggalian mendalam mengenai bahasa, migrasi, dan terjemahan politik dari ingatan di seluruh Asia Tenggara. Penelitian ini terinspirasi oleh kehidupan kakek Hui yang berusia seabad dan migrasinya dari Chaozhou melalui Vietnam, hingga akhirnya menetap di Hong Kong. Inti dari narasi ini adalah perannya di masa lalu sebagai juru tulis—seorang perantara tak terlihat yang memfasilitasi komunikasi bagi para migran Tionghoa melalui sistem Qiaopi (atau Surat Perak). Jaringan
korespondensi dan keuangan yang sangat penting di abad ke-20 ini merupakan jalur kehidupan bagi diaspora, namun bergantung pada juru tulis untuk menulis, membaca, dan mungkin menyensor pesan orang lain.
Tiger’s Head, Nail’s Tail: Yours Faithfully is an essay-film serving as the conceptual and psychological backbone of the multi-chapter research Tiger’s Head, Nail’s Tail. The project is an excavation of language, migration, and the political translation of memory across Southeast Asia. The research is inspired by the life of Hui’s century-old grandfather and his migration from Chaozhou through Vietnam, eventually settling in Hong Kong. Central to this narrative is his past role as a scribe – an invisible intermediary who facilitated communication for Chinese migrants through the Qiaopi (or Silver Letters) system. This vital 20th-century network of correspondence and finance was a lifeline for the diaspora, yet it relied on the scribe to write, read, and perhaps censor the messages of others.
Director’s Biography / Biografi Sutradara
Serene Hui adalah seorang seniman yang berdomisili di Belanda dan Hong Kong. Melalui karya-karyanya yang mencakup instalasi, pertunjukan, suara, seni grafis, dan teks, ia menyelidiki makna-makna sosial, politik, dan pengalaman, sementara batasan-batasan bahasa—yang disensor, tak dapat diterjemahkan, atau diubah—menyaring melalui sistem-sistem kekuasaan dan mekanisme-mekanisme mediasi. Proyek terbarunya, Tiger’s Head, Nail’s Tail, berawal dari kisah-kisah lisan kakeknya yang berasal dari Tiongkok dan berusia seabad, yang kemudian mengarah pada rangkaian penelitian yang menggali migrasi manusia dan arus barang di kawasan Asia Tenggara, di bawah bayang-bayang matriks kekuasaan kolonial selama Perang Dingin.
Serene Hui is an artist based in the Netherlands and Hong Kong. Working across installation, performance, sound, printmaking, and text, she investigates social, political, and experiential meaning, while limitations of language – censored, untranslatable, transformed – filter through systems of power and bodies of mediation. Her current project Tiger’s Head, Nail’s Tail stems from her century-old Chinese grandfather’s oral histories, in turn leading into a thread of research that delves into the human migration and material flow around Southeast Asia, in the shadow of the colonial matrix of power during the cold war.


